Intellingence Para Santri
Paradigma Menulis
Di bulan yang mulia ini bertepatan dengan lahirnya Seorang yang telah membawa risalah Islam,Utusan Sang kholik melalui wahyu yang disampaikan Nya menjadi Nabi serta Rosul Allah Muhammad S.A.W Semoga menjadikan Syafa'at bagi kita di hari akhir kelak.Amin
Saya sebagai seorang santri didalam mempelajari ilmu Allah S.W.T bersyukur atas nikmat yang Allah berikan terutama ni'mat iman islam dan ihsan sehingga masih dalam keadaan sehat wal afiyyat,Sungguh sangat berarti bagi saya untuk bisa mengungkapkan sesuatu walaupun terlihat sedikit dari ni'mat Allah,Sebuah akal yang telah disediakan agar bisa mencari hikmah hakikat dalam ni'mat tersebut.Dalam pekan ini,saya mewaibkan diri untuk bisa menulis walaupun secara kenyataan masih jauh dari kebenaran sehingga harus semakin belajar untuk bisa menulis dengan benar,dengan mengangkat tema "Indahnya menulis"
Menulis sesungguhnya bukanlah pengetahuan ,melainkan keterampilan.Ia muncul ketika kita bisa memaksakan diri untuk membuat sebuah karya.Tidaklah menjadi persolan tulisan itu layak atau tidak .Sudut terpenting dalam menulis adalah si pembaca memahami gagasan yang dilontarkannya,dan mungkin bisa diibaratkan dengan hidangan makanan.Ada yang menyukai dan ada yang merasa biasa biasa saja bahkan sampai membeci tulisan yang dibuatnya,akan tetapi janganlah berkecil hati bila suatu saat nantada tulisannya yang tidak begitu disukai oleh pembaca.Boleh jadi tulisan tersebut menjadi sebuah"kabar buruk" bagi pembaca,namun disisi lain malah menjadi sumber inspirasi.Itulah dinamika dalam dunia tulis.
Menulis untuk Melanjutkan Warisan Peradaban Dunia.Manusia merupakan makhluk yang mempunyai potensi tinggi sekaligus paling istimewa dibanding makhluk lain,Sebenarnya sebuah peradaban dimulai dari langkah langkah sederhana yakni menulis.Dikenalnya bangsa Yunani sebagai peradaban mula manusia di dunia ini dimulai dari jejak jejak tulisan Cendekiawanya.Demikian pula dengan peradaban bansa Mesir,Babiliona,Cina hingga Romawi diakui sebagai kawasan peradaban dunia dilihat dari hasil hasil tulisan para pemikir dan Ilmuwanya,Sedangkan akal akal dan pikiran perlu dioles dengan sentuhan tulisan yang sarat dengan nilai nilai kebajikan agar apapun yang keluar darinya adalah sebuah nilai pencerahan dan sumber inspirasi bagi segenap manusia dan alam
Dalam firman Allah disebutkan:
قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ
مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ
كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا
Katakanlah:
Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku,
sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat
Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".(Q.S. Al-Kahfi:109)
Ayat ini menjadi dasar dalam proses penggalian ilmu yang tidak pernah ada kata habis oleh cendekiawan muslim,dalam membangun peradaban.Oleh karenanya,dapat dikatakan untuk membangun peradaban dunia bisa dimulai langkah sederhana yaitu menulis.sudah banyak figur dalam membangun peradaban yang terbukti dengan kesuksesan luar biasa adlah nabi Muhammad S.A.W yang telah membawa kepada perubahan revolusioner,dan juga berlanjut sampai puncak setelah Rasuullah pada saat dinasti Abbasiyah dengan masa yang paling berhasil dalam peradaban islam sehingga disebut The Golden Age.Banyak sekali tokoh tokoh muslim yang memberikan sumbangsih pemikiran yang sangat besar kepada seluruh lapisan masyarakat dan seluruh jenjang pendidikan.,Semisal dalam bidang kedokteran ada "Al-hawi" karya Al-Razi "Al-Qonun" karya Ibnu Sina "Al-Kulliyat" karya Ibnu Rusyd dan lainya.
Dan pada intinya saya mengambil kesimpulan dari berbagai buku yang telah saya baca:Untuk menghasilkan karya yang mampu menyihir dunia,Umat Islam dari zaman dulu sudah memulai dengan menerjemahkan buku peradaban kuno.Jadi tidak lanssung dengan mengarang buku,melainkan dengan kegiatan menerjemahkan buku-buku asing kedalam bahasa arab.
Mungkin dengan sedikit banyak tentang buku yang saya baca menimbulkan kebangkitan untuk lebih sering menulis apapun yang saya tahu dengan memulai langkah-langkah terkecil yaitu menerjemahkan buku-buku atau kitab para cendekiawan yang hebat di Indonesia untuk bisa diterima dirancah Internasional.
Insya'a Allah untuk kedepan saya akan memulai menerjemahkan kitab karangan guru-guru saya dengan menggunakan bahasa Arab,Saya mohon do'a restunya agar bisa memberikan sumbangsih agar
bisa bermanfaat bagi orang lain umumnya dan umat islam khususnya.
Komentar
Posting Komentar